Info Palsu, Cek Smartphone Disadap Tekan *#21#, Begini Fakta Sebenarnya


Sobat MasBe Mengini mungkin baru saja menerima Pesan Berantai tentang Informasi palsu seputar Penyadapan Smartphone

Ya, pesan berantai itu kembali marak lewat pesan di berbagai aplikasi chatting. Mungkin saja suatu saat juga bakal berulang dengan isyu-isyu lain yang serupa.

Karena pada situs TurnBackHoax.ID juga sudah pernah di jelaskan dalam satu unggahan tertanggal 1 November 2017 lalu, dan dipastikan pula informasi ini adalah hoax. 

Sementara isi pesan berantai kali ini menyebutkan bahwa, seseorang dapat mengetahui apakah smartphone-nya disadap atau tidak dengan cara menekan *#21#.

Berikut isi Pesan tersebut

"Kepada rekan-rekan untuk berhati-hati dari kemungkinan penyadapan nomor HP kita. Anda bisa melakukan pengecekan sekarang juga di hp anda sendiri dengan mengetik :*#21#Lalu tekan/sentuh tombol Call. Maka akan ada respon dengan memunculkan tampilan :

Voice : Tidak diteruskan

Data : Tidak diteruskan

Faks : Tidak diteruskan

SMS : Tidak diteruskan

Paket : Tidak diteruskan

PAD : Tidak diteruskan

Sinkron : Tidak diteruskan

Tidak Singkron : Tidak diteruskan

Apabila ada salah satu yg DITERUSKAN, maka bisa dipastikan Nomor anda telah disadap!!! 

Utk mematikan semua penyadapan tekan ##002#, yes

Semoga Bermanfaat...,"

Demikian tulis pesan tersebut.

Pesan Penyadapan yang saya terima dari Grup WhatsApp

Nah, jika ditelusuri, kombinasi *#21#, fungsi sebenarnya digunakan untuk mengaktifkan call forwarding atau pengalihan panggilan.

Maksudnya, fitur ini akan mengalihkan panggilan yang masuk ke nomor utama apabila nomor yang dipanggil tak dapat dihubungi, karena diluar jangkauan sinyal, atau karena tidak diangkat.

Fitur ini biasa digunakan bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu nomor

Sedangkan fitur ##002# berfungsi untuk menghapus Penerusan / pengalihan panggilan


Pakar Keamanan dan Kriptografi, Pratama Persadha juga menyebutkan bahwa kabar itu tidak benar.

Menurutnya, fitur ini memang digunakan untuk mengalihkan panggilan masuk.

"Call forwarding ini sebenarnya digunakan apabila telepon milik kita akan disambungkan ke saluran lain PSTN, mailbox, dan lain-lain," tuturnya, seperti dilansir dari Tekno.Liputan6.com, Rabu (21/2/2018) di Jakarta.

Terkait kemungkinan fitur call forwarding yang aktif tanpa diketahui pengguna, menurut Pratama, besar kemungkinan hal itu memang pengaturan bawaan dari kartu SIM milik operator.

Aksi Penyadapan Saat ini Sudah Lebih Canggih

Pratama juga menuturkan, teknologi penyadapan yang ada sekarang ini sebenarnya sudah canggih. Menurutnya, dengan teknologi saat ini, seseorang tak akan sadar kalau dirinya sedang disadap.

"Teknologi penyadap sekarang sudah canggih. Orang tak akan sadar kalau disadap. Apalagi, kalau penyadapnya memiliki sistem lawful intercept yang terhubung langsung ke operator," ujarnya menjelaskan.

Pria yang juga menjabat sebagai Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menyebut aksi penyadapan itu hampir sulit dirasakan oleh korban.

"Paling yang bisa merasakan penyadapan itu sedikit. Misalnya, penyadap menggunakan trojan di handphone atau menggunakan tactical intercept yang bisa dibawa ke mana-mana," tuturnya menutup pembicaraan. 

Kepastian kabar ini palsu juga dapat diketahui dari situs TurnBackHoax.ID yang dikelola oleh Masyarakat Anti Hoax Indonesia (MAFINDO). 

Dalam satu unggahan tertanggal 1 November 2017 dipastikan pula informasi ini adalah hoax. 

Unggahan itu juga berisi sejumlah alasan mengapa pesan berantai itu merupakan kabar palsu. Bagi kamu yang ingin mengetahui penjelasan tersebut dapat langsung mengakses situs TurnBackHoax.ID

Sekadar informasi, situs ini merupakan arsip hasil diskusi grup Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH) di Facebook. Masyarakat juga dapat bertukar informasi melalui grup tersebut. 

Jadi, semua khabar dari Pesan Berantai Soal Periksa Penyadapan Smartphone melalui *#21# itu, dipastikan Palsu dan disinformasi ya.