Fenomena Bulan Bercincin di Langit Rawajaya


Fenomena Bulan Bercincin terlihat di atas langit Rawajaya, bikin Netizen bertanya-tanya. Saya sendiri menyaksikan pendaran Cahaya Bulan cukup unik saat itu, yakni pada Malam minggu kemarin (Sabtu malam 2 Mei 2020).

"Fenomena Alam Bulan Bercincin tersebut bisa dilihat dengan Jelas di langit Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari, Cilacap pada Sabtu (2/5/2020) malam pukul 20.00 WIB" kata Seorang Netizen sebagaimana di lansir laman ReOnkPost Minggu 3 Mei 2020

"Dari sisi Ilmiah Fenomena Bulan Bercincin biasa disebut dengan Halo, Namun ini tidak mirip dengan Halo Matahari". lanjutnya

Seperti yang saya alami, Saat itu saya berada diatas atap sedang bersantai bersama Istri  dan Anak. Istri saya saat itu sempat bertanya, "Kenapa ada Lingkaran Cahaya di dekat Bulan ?"

Saya sempat menengok ke atas dan cukup aneh melihatnya, (mungkin karena Jarang melihat bulan kali yah...??) hehe.., tapi karena saya bukan ahli astronomi, saya gak bisa jawab pertanyaan itu.

Tetapi disamping itu, kami melihat Suasana Langit malam itu memang sangat Cerah, Ribuan Bintang nampak berkilauan, bahkan kami sempat ngobrolin hal itu, dan anak saya yang sangat cerewet pun sempat menunjukan dan mengomentari beberapa bintang yang bercahaya lebih terang.

Tetapi saya melihat langit sebelah timur agak aneh juga, karena nampak awan tipis bergelombang berwarna pink di hampir semua sisi langit timur. Berbeda dengan langit di sisi lainnya yang sangat cerah dan berbintang.

Saya yang biasanya sangat tertarik dengan suasana langit, entah kenapa malam itu tiba-tiba sangat mengantuk dan tertidur sejenak di dipan yang ada di sana, hingga di bangunkan istri untuk turun dan tidur.

Alhasil, malam minggu itu saya tertidur sangat awal, hal yang jarang sekali terjadi dalam hidup saya.. ☺☺😬😬. ( maksudnya, karena saya terbiasa begadangan sampai pagi)

Ohya, Sebelumnya, Beberapa tahun lalu saya, adik dan Bapak saya juga menyaksikan Fenomena Matahari Kembar, bisa di lihat di sini atau di akun Facebook saya di Sini

Halo Matahari

Halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer.

Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Nah jika hal tersebut terjadi pada Bulan, apakah disebut Halo Bulan ??
Apakah hal itu terjadi karena sebab yang sama dengan Halo Matahari ?

Mungkin akan ada jawaban pasti dari ahli di bidang ini..,
Dan semoga, fenomena seperti ini bukan sebagai pertanda buruk tapi pertanda baik bagi kita semua, Aamin.