Padasan, Sebuah Pesan Sarat Makna dari Simbah


Beberapa hari belakangan ini, benda unik bernama Padasan, ramai diperbincangkan di berbagai lini masa media sosial dan berbagai forum di internet. Foto Padasan berlumut pun mewarnai beranda facebook dan linimasa Twitter serta Instagram, mungkin juga di beranda kalian ya Sob..hehe, Mengapa ?

Nah, pada catatan kali ini, saya ingin membahas mengenai Padasan ini, yang sekarang sudah menjadi barang langka karena ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita untuk tidak menggunakannya.

Setelah Pandemi Corona dari Wuhan kemudian menginfeksi seluruh dunia, termasuk Indonesia, masyarakat pun dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan, seperti rajin mencuci tangan, menyemprot desinfektan, mandi teratur dengan sabun dan tentunya berolah raga.

Sebuah Pesan dari Simbah

Nah, jika bicara soal kebiasaan Mencuci tangan, Sebenarnya, Nenek Moyang negeri ini, melalui Simbah Buyut kita sudah mewariskan sebuah pengetahuan sederhana tentang cara menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama dimulai dari kebiasaan mencuci tangan.

Waktu saya kecil dulu, hampir setiap rumah di daerah saya tinggal memiliki Padasan yang ditempatkan disamping rumah atau di sebelah Sumur timba.

Ya, Setelah banyak orang menggunakan Pompa air seperti Sanyo dsb, banyak orang melupakan Padasan. Apalagi jika Kamar Mandi sudah dibuat didalam rumah, tentunya Padasan tidak akan terpakai lagi dan digantikan Kran di dalam kamar mandi.

Yang sering terlupakan adalah, memasang kran di halaman, baik dihalaman belakang maupun di halaman depan.

Di rumah Bapak saya pun, Padasan ini semula tetap dipertahankan, sampai akhirnya 1 tahun lalu pecah karena renovasi sumur dan di ganti dengan kran. Tetapi, meskipun tidak menggunakan Padasan lagi seperti rumah Bapak, saya memasang kran air, selain di halaman belakang, kami juga memasang kran di halaman depan

Teknologi modern semestinya tidak harus meninggalkan fungsi dari sebuah tatanan yang sudah di wariskan Simbah Buyut kita, karena sesuatu yang dilakukan Mbah Buyut kita, tentunya sarat akan makna positif, seperti Padasan tersebut.

Apa Makna yang tersirat dari Padasan

Bentuk sederhana Padasan, jika kita mau memaknainya lebih dalam, ternyata juga mengandung filosofi dan pesan moral bagi kehidupan kita.

Padasan adalah penyederhanaan kata dari istilah Peng-Hadas-an, yang karena susah di ucapkan, akhirnya di persingkat menjadi Padasan.

Pengucapan semacam itu merupakan hal biasa dalam budaya Jawa, terutama di daerah Ngapak seperti tempat saya.

Seperti misalnya kata Panggonan yang sebenarnya berasal dari kata Pe-Manggon-an yang berarti Tempat "Manggon" atau Tempat Tinggal. Atau kata Per-Empat-an yang akhirnya lazim di sebut Prapatan.

Nah, lalu apa makna Peng-Hadas-an itu ?

Sesuai asal katanya yakni Hadas yang dalam kamus Besar Bahasa indonesia di artikan sebagai Keadaan Tidak Suci, atau Dalam keadaan Tidak Bersih, maka Peng-Hadas-an bisa di artikan sebagai Tempat untuk Membersihkan /Mensucikan diri dari Hadas. Baik Hadas Kecil maupun Hadas Besar dalam terminologi Islam.

Karena itulah, sewaktu kami masih menggunakan Padasan, kami menggunakan nya bukan saja untuk mencuci tangan, tetapi juga untuk Berwudhu.

Berwudhu di Padasan (foto: ist)
Dari sisi Kebersihan dan Kesehatan, saya ingat pesan Bapak dan Ibu saya dan juga di pahami oleh kebanyakan warga di tempat saya, bahwa fungsi Padasan ini adalah untuk membersihkan diri selepas pulang dari manapun, seperti Cuci Tangan, Cuci Kaki dan Cuci muka.

Apalagi, jika salah satu dari Anggota Keluarga pergi Melayat (Takziah) ke tempat orang yang baru meninggal dunia, atau sepulang Ziarah makam, bukan saja harus mencuci tangan, kaki dan muka dipadasan, tetapi harus dilanjutkan dengan Mandi Besar di Sumur yang berada diluar (bukan kamar mandi), sebelum masuk kedalam rumah.

Beberapa orang juga melakukannya sepulang dari menengok orang sakit, baik sakitnya di rumah atau terlebih di Rumah Sakit.

Mandi diluar rumah setelah Takziah atau Ziarah makam, menjadi keharusan sebelum masuk ke rumah, terutama jika didalam rumahnya terdapat anak-anak, apalagi usia Balita. Begitu juga jika terdapat Lansia dalam rumahnya.

Mengapa, karena ada tradisi dimana ada sebuah penyakit yang disebut Sawan WangkeApa itu Sawan Wangke? , InsyaAllah akan saya bahas pada kesempatan lain.

Ya, Mungkin Simbah Buyut kita tidak paham apa itu Bahteri atau Virus. Tetapi mereka paham bahwa Penyakit bisa menular dari manapun.

Karena itu, mereka mengajarkan kepada kita, agar selalu membersihkan diri setiap kali pulang dari bepergian, dengan Menyediakan Padasan (Peng-Hadas-an) tersebut.

Segarnya mandi di Padasan (ft: Ist)
Mereka juga mengajarkan untuk mandi di luar sebelum masuk kerumah, sepulang dari perjalanan jauh atau terutama dari tempat yang dikhawatirkan membahayakan bagi kesehatan keluarga.

Jadi, "Jagalah Kebersihan dan Kesehatan" adalah Filosofi Padasan yang selama ini sudah sering kita lupakan.

Ok, Itulah Catatan saya mengenai Padasan, Sebuah Pesan Sarat Makna dari Simbah, Semoga Bermanfaat.